Jumat, 29 Juli 2016

Ungkapan Laki-laki Kepada Perempuan yang Kini Memilih Pergi

hipwee-ae

 

1. Aku Menggangu Lantaran Rindu, Bukan Karena Aku Gemar Mengusikmu.

http://favim.com/image/ via http://ift.tt/NZSgEY

Triing.. tringg, mungkin kamu terkadang risih di tiap harinya setelah engkau merasa letih dengan semua aktivitas keseharianmu. Telepon genggamu masih saja berbunyi karena telah datang lagi pesan yang tidak jelas itu lagi-lagi menggangu istirahatmu. Aku ingin meminta maaf, namun aku hanya takut akan ada jarak yang kembali tercipta yang menjauhkan diriku dari dirimu. Padahal kamu pun tahu sendiri bahwa pesan-pesan aneh itu sudah pasti datang dariku. Maka karena itu sapaku tak pernah dibalas dengan hangat olehmu.

Bukannya aku buta aksara, namun aku hanya beranggapan tanda pesan terbaca itu sudah lama aku anggap tiada. Kau berharap aku mengerti, bahwa hadirku ini benar-benar tak kau butuhkan. Aku pun tak merasa terganggu atas julukan “penggangu”yang telah kau sematkan padaku. 

Aku bukannya keras kepala. Aku hanya ingin sekedar menyampaikan rasa bahwa rindu ini sudah begitu banyak menciptakan lara selama tersimpan rapi dipalung hati yang penuh luka.

2. 2. Cinta dibalas luka? Aku Tidak Peduli!

http://ift.tt/2aDvLuu via http://ift.tt/NZSgEY

Aku tak beranggapan bahwa kamu jahat, aku juga tak beranggapan bahwa kamu itu kejam atau semacamnya. Aku hanya beranggapan kamu itu baik. Entah bagaimana kau menganggapku setelah semua ini. Aku sungguh tidak peduli.

Dan aku akan lebih tidak peduli lagi, kau balas rasa atau tidak. Meski kau balas cinta dengan luka, kau balas tawa dengan air mata. Aku akan tetap tidak peduli. Karena ini semua adalah urusanku. Bukan sama sekali urusanmu. Sekalipun kau anggap aku aneh bahkan alien sekalipun aku akan tetap tidak peduli.

Aku sungguh tidak peduli !

3. Aku yang Pernah Dekat Namun Tetap Kau Tinggalkan Dalam Pekat

http://ift.tt/2aDvJCS via http://ift.tt/NZSgEY

Kurasa kamu pun  tahu langit itu tidak berwarna, namun laut dan senja lah yang menjadikannya biru hingga jingga. Aku menimbun harap dalam upaya menggapai mu. Namun tetap saja tanganku belum cukup mampu untuk meraihmu. Kau pun pernah tahu sebelumnya betapa mataku begitu berbinar saat perbincangan singkat kita. Dikala kita begitu dekat bagai serangkai tulang yang terus menggenggam . Namun setelah ku ucap Cinta kau segera berlari dan menaburkan luka.

Dan setelah kejadian memilukan itu, terciptalah sebuah persimpangan jalanku untuk masa depanku. Patah hati itu selalu menawarkan dua jalan setelahnya. Menjadi dewasa atau kekanak-kanakan.

Namun aku memilih dewasa dan menjadi jingga yang masih tetap indah dan berdampingan dengan malam yang menyembuhkan luka.

4. 4. Akhirnya Rasa Letih pun Datang Juga.

http://ift.tt/2aDvHLc via http://ift.tt/NZSgEY

Setelah begitu panjang jalanku menujumu, namun tetap saja dirimu masih berlari kencang di depanku. Aku lebih memilih menunggu. Menunggu dalam memperbaiki diriku untukmu. Entah itu belajar untuk menjadi layak atau memiliki kerja yang pantas untuk mampu bersegera dalam membahagiakan. Meski tak terdengar lagi kata dari mulutku. Ku harap kau mampu percaya, namamu begitu terkenal diantara mahluk-Nya yang ada di angkasa.  Bersama doa dan napas yang ku lakukan senada, ku harap nanti, aku mampu menyentuhmu kembali dengan layak pada akhirnya. 

Jangan berpikir yang aneh, aku masih cinta, hanya saja caranya yang berbeda.

5. 5. Harap

http://ift.tt/2aDvR5o via http://ift.tt/NZSgEY

Harapanku masih hidup, masih nyata walau kini sudah tidak mampu kau baca. Sudah tak mampu lagi kau dengar dan sudah tidak mampu lagi kau sentuh. Aku menjauh dan tak lagi mengganggu, dan ku harap nantinya semua rindu itu akan terkumpul penuh lalu ku curahkan dalam sebuah janji suci yang nantinya kau bisa terima.

Semisal nanti kau masih tetap tidak menginginkan. Semoga yang baik akan datang menggantikan dan mengambil cinta dari hati yang telah lama engkau terlantarkan.


Ungkapan Laki-laki Kepada Perempuan yang Kini Memilih Pergi
read more

0 komentar:

Posting Komentar


Top