Minggu, 03 Juli 2016

Jika Rencana Berbalik Haluan dan Kamu Tak Bersamaku di Masa Depan

hipwee-Siluet hipwee 2

Hari ini, ya, entahlah hari keberapa, aku enggan menghitungnya lagi. Aku takut bersombong kepada Tuhan kalau aku mencoba menerka rezeki-Nya. Yang pasti, selalu aku langitkan syukur, ada kamu sebagai penggenap bahagiaku sebagai manusia.

Untukmu, manusia yang istimewa nyaris sempurna

Bagiku, tidak ada yang lebih berkesan dari berhasil membujuk amarahmu lalu merubahnya menjadi raut wajah yang manja, atau lalu kamu… Ah! Kamu paham itu. Lucu, bukan?

Untukmu, yang aku harap menjadi sahabat sampai tua di dunia

Kamu tak perlu risau jika ada kalimat bertanya terpercik di kepalamu, apakah aku menyangimu atau tidak. Helalah nafasmu dengan irama teratur, jawabanku jelas “Iya”. Aku harap, pun kamu akan begitu, karena untuk perkara ini, aku tidak ingin jadi orang yang melakukan sesuatu tanpa pamrih. Aku mau kamu juga bilang sama.

Masih merasakan rotasi bumi yang normal, sayang?

Eh! Tapi kadang ada fenomena yang membuatnya sedikit membelot dari normal. Ya! Sama sepertiku. Bukan suhu perasaanku yang minus, bukan. Tapi sebuah kebimbangan.  Begini, Tuhan maha baik dengan segala rencananya. Kita ikuti alurnya dengan baik, ya. Kamu tahu ini bukan main kucing-kucingan. Dan aku tetap memaksa meminta agar kamu yang jadi masa depanku.

Tapi jika tidak, sayang…

Entah apapun itu yang menjadi takdir, perisai, atau segala sebutannya yang membuat majemuk menjadi tunggal. Aku mohon, bantulah kuatkan aku, pun kamu akan belajar dari tindakanmu sendiri. Jangan beratkan aku untuk pergi. Jangan menambah derasnya air mata. Jangan.

Jangan juga mencambukku dengan kondisimu yang mungkin menjadi tidak baik. Kamu hanya kehilangan angan-angan bersamaku, atau kamu hanya perlu merombak dan mengganti nama pada daftar mimpi-mimpimu. Pun aku.

Dan memang jikalau tidak, sayang…

Berjanjilah kamu akan menghabiskan usia beriringan dengan kedewasaan. Dengan ketaatan dan menjadi pribadi yang penyayang. Kita akan sama-sama hidup dalam doa. Akan bangun dalam kenangan, dan tumbuh, entah tumbuh lalu layu, atau bertahan, kita bahkan sukar untuk membayangkan.

Namun tenanglah, ini hanya pengandaianku. Aku tetap ingin berimajinasi tentang masa depanku bercampur kamu.

Semoga kamu tidak keberatan… 


Jika Rencana Berbalik Haluan dan Kamu Tak Bersamaku di Masa Depan
read more

0 komentar:

Posting Komentar


Top